Film Home Alone (1990)
Natal kemarin aku menonton film Home Alone (1990). Film yang
cukup lawas mungkin satu masa dengan film-film seperti Casper, Titanic,
Armagedon, dsb. Aku menonton ini dalam rangka liburan natal saja. Aku
menontonnya sambil menyetrika baju, supaya perhatian bisa teralihkan tidak
fokus pada menyetrika saja. Biasanya kalau terlalu fokus pada menyetrika suka
cepat lelah nggak sih?
Sebetulnya film ini menariknya adalah lingkungan elit dan
rumah besarnya, disamping kecerdikan Kevin ketika melawan pencuri. Ada drama
keluarga, terutama di rumah itu ketika keluarga besar berkumpul. Bahkan sampai
saat ini rumah itu menjadi ikonik, Home Alone ya rumah itu. Cerita itu juga
berlatar keluarga kalangan atas, terlihat dari rumah dan liburan mereka.
Film ini yang menurutku menarik adalah ketika obrolan antara
Kevin dan kakek tua tetangganya, yang sebelumnya ia anggap menakutkan dan
misterius. Jebakan-jebakan yang dibuat Kevin ketika melawan para pencuri begitu
menghibur. Namun obrolan hangat dua orang lintas generasi itu bagiku yang
berkesan. Kevin memberi tahu sang kakek, agar dia tidak over thinking
terhadap anaknya. Kakek memiliki masalah dengan anaknya yang sejak saat itu dia
tidak pernah berhubungan lagi dengannya. Kakek tidak berani menghubungi anaknya
karena over thinking dia. Akhirnya Kevin memberi saran kepada kakek itu
untuk mencoba menghubungi anaknya, karena siapa tahu anaknya tidak seperti yang
kakek itu pikirkan.
Akhir film berakhir dengan pencuri ditangkap oleh polisi dan
kakek tadi bisa berkumpul dengan anaknya. Kevin pun tahu bagaimana berartinya
keluarga untuknya, begitu juga kevin bagi keluarga besarnya. Film ini bagiku
termasuk kategori ringan dan bisa ditonton sambil mengerjakan sesuatu.

Komentar
Posting Komentar