Serial Netflix You

You adalah salah satu serial yang aku tonton lebih dari sekali. Seperti pada umumnya serial yang berseri-seri dan satu musim/season ke musim berikutnya kadang cukup lama, beberapa bulan atau tahunan, aku akan lupa pada seri-seri sebelumnya. Aku mudah lupa untuk cerita-cerita di musim sebelumnya, maka kadang aku harus menonton ulang dari awal. Pada awalnya kupikir serial ini akan menjadi serial terfavoritku, ternyata tidak.

Aku sangat suka sekali dengan tokoh Joe di serial ini, belum lagi serial ini memberikan banyak sekali referensi buku-buku yang bagus. Begitupun tumpukan dan jajaran buku menjadi bagian visual yang penting dalam serial ini. Buku adalah salah satu barang yang aku senangi sekali, jadi akan mudah bagiku untuk menyukai serial ini. Belum lagi Joe sangat kutu buku sekali dan dalam sekali memahami buku-buku yang dia jual dan baca.

Kita mulai dari kisah awal serial ini. Seorang penjaga toko bernama Joe tinggal di New York. Dia bekerja sebagai penjaga toko buku bersama temannya, Ethan. Toko buku ini memiliki ruang bawah tanah. Di ruang bawah tanah ini terdapat kotak besar seperti aquarium yang terbuat dari kaca. Kadang pemain lain mengatakan kotak ini sebagai kandang, karena siapa pun yang masuk tidak bisa keluar lagi kecuali memiliki kunci. Kotak ini dibuat untuk menjaga buku-buku langka dan berharga mahal sekali, sinar matahari, suhu, diatur untuk menjaga buku-buku langka ini.

Toko buku ini milik seorang bernama Mooney, dan toko buku itupun bernama sama. Kotak itu dulu dijadikan tempat mengurung Joe agar dia memahami buku-buku itu dan tunduk pada Mooney. Joe kecil sempat diberikan pada panti asuhan oleh ibunya, setelah dia membunuh ayahnya yang sedang bertengkar (menyakiti) dengan ibunya. Inilah awal dari kekerasan dan pembunuhan Joe. Cerita ini menarik karena kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan diambil dari sudut pandang Joe, yang bermaksud membela apa yang seharusnya dia bela.

Season pertama Joe bertemu dengan Beck, seorang mahasiswi sastra. Dia merasa menyukai Beck hingga akhirnya mengejar Beck. Karakter dasar Joe, jika dia sudah menyukai seseorang, maka dia akan melakukan apapun untuk orang itu. Akan melakukan apapun untuk memiliki orang itu. Dan mudah ditebak, sangat cemburuan dan posesif. Joe membunuh dan menyingkirkan orang-orang yang berada di sekeliling Beck. Orang yang dirasa akan menyakiti Beck dia singkirkan. Aku suka season ini karena banyak adegan sensual antara Joe dan Beck.

Joe memiliki mantan bernama Candace, dan apa yang dia lakukan pada mantannya itu? Dia membunuh selingkuhan Candace dan dia berusaha membunuh Candace. Pada awalnya dia mengira Candace meninggal, namun ternyata Candace selamat.

Beck akhirnya mengetahui jika teman-teman dan orang-orang di sekitarnya dibunuh oleh Joe, pacarnya. Akhirnya dia dimasukan ke dalam kotak di bawah toko buku oleh Joe. Dia menulis di situ dan akhirnya meninggal oleh Joe. Tulisannya Joe sunting dan terbitkan hingga menjadi buku yang laris. Sementara Joe membuat agar seolah-olah Beck dibunuh oleh terapis sekaligus selingkuhannya, dr. Nicky.

Season kedua dimulai dengan cerita Joe meninggal New York dan pindah ke Los Angeles. Bagusnya kota di Amerika, setiap kota memiliki karakternya sendiri yang jelas. Joe tinggal di sebuah apartemen dan bekerja sebagai penjual buku di toko bernama Anavrin. Toko ini menjual sayur-sayuran organik selain buku. Joe menyukai seorang perempuan bernama Love yang ternyata pemilik toko ini berdua bersama adiknya, Forty. Diceritakan Love berasal dari keluarga yang kaya dan dia memiliki hobi memasak.

Joe sempat terlibat pembunuhan seorang DJ yang melakukan tindakan asusila pada beberapa perempuan yang belum dewasa. Di season ini juga Joe mengeluarkan seseorang dari kotak yang pada waktunya nanti banyak membantu Joe secara jarak jauh. Joe menyewa sebuah gudang dan membuat kotak atau kandang lagi di situ.

Candace mengejar Joe hingga ke Los Angeles dia ingin membalas dendam pada Joe. Klimkas pada season ini adalah ketika orang yang dimasukan kandang oleh Joe dan akan dia keluarkan, terbunuh. Awalnya Joe mengira dialah yang membunuhnya, namun ternyata Lovelah yang membunuhnya. Begitu juga dengan Candace, Love jugalah yang menghabisinya. Aku suka sekali dengan karakter Love di season ini.

Season ketiga dimulai ketika Joe dan Love menikah dan memiliki anak laki-laki bernama Henry. Mereka tinggal di sebuah daerah elit bernama Madre Linda. Namun cerita terulang, Joe terpikat oleh tetangga mereka bernama Natalie. Natalie memiliki suami bernama Matthew dan anak laki-laki yang sudah dewasa bernama Theo. Perselingkuhan antara Joe dan Natalie diketahui oleh Love, dan akhirnya Love membunuh Natalie. Joe mengurus semuanya agar seolah-olah Natalie dibunuh oleh tetangga mereka.

Love melakukan hal yang sama, dia selingkuh dengan Theo dan tergoda olehnya, ketika merasa ditinggalkan oleh Joe. Bahkan Love hamil anak yang kemungkinan dari Theo. Ada adegan menarik di mana Joe dan Love pada awalnya akan melakukan hubungan bertukar pasangan bersama Sherry dan Cary. Namun mereka malah bertengkar hingga akhirnya Sherry dan Cary mengetahui perbuatan mereka berdua. Akhirnya Sherry dan Cary harus masuk kandang.

Natalie bukanlah yang terakhir yang disukai oleh Joe. Joe bekerja di perpustakaan (lagi-lagi buku!) dan menyukai penjaga perpustakaan itu, Marienne. Love dengan cepat mengetahui jika Joe berselingkuh dengan Marienne. Sementara itu dirinya merasa sudah seperti ibu-ibu, di rumah, telah melahirkan, tidak menarik lagi, belum lagi masalah pembunuhan yang semuanya membuat dia frustasi.

Joe dan Love akhirnya bertengkar. Joe menang dengan membakar rumahnya ketika Love masih berada di sana (aku mengira pada tontonan pertama Love masih hidup, ternyata tidak). Love diceritakan meninggal dan Joe seperti biasanya, merangkai cerita untuk kisah pembunuhannya. Kemudian dia pergi ke Eropa untuk mengejar Marienne.

Season keempat dimulai ketika Joe berganti nama menjadi Jonathan Moore. Dia bekerja sebagai profesor di sebuah kampus di London. Joe dengan cepat berada pada lingkaran elit London. Pada season ini muncul Rhys yang sebenarnya dan Rhys yang ternyata adalah alter ego dari Joe. Cukup menarik untuk kemunculan alter ego Joe pada season ini. Dan tidak tertebak di awal-awal.

Joe kembali menemui Marienne, namun dia tidak ingin kembali pada Joe dan malah melarikan diri ketika melihat Joe. Joe melalui alter egonya memasukan Marienne ke dalam kandang. Joe sempat membunuh Marienne, namun Marienne ditolong oleh seorang mahasiswi yang Joe ajar, Nadia.

Ada yang menarik saat Joe menemukan dan mencari alter egonya. Dia mencari pengurung Marienne dan pembunuh orang-orang yang berada di lingkaran elitnya. Ternyata dia sendirilah yang mengurung dan membunuh mereka semua. Cerita sebetulnya akan berakhir ketika Joe mencoba untuk bunuh diri, namun ternyata diselamatkan.

Joe menikah dengan Kate, seseorang yang berada di dalam lingkaran elit itu. Sebelumnya dia membunuh ayah Kate karena merasa terlalu melukai Kate. Bahkan salah satu orang yang dibunuh oleh Joe adalah pacar Kate. Akhir cerita Joe dan Kate hidup bahagia dengan mewarisi perusahaan raksasa ayah Kate. Aku menonton sampai di sini untuk waktu yang cukup lama. Kukira cerita akan berakhir di isni. Jika sampai di sini, mungkin ini akan menjadi serial terfavoritku. Namun ternyata berlanjut pada season selanjutnya.

Sesaon kelima dimulai ketika Joe dan Kate pindah ke New York. Pada awalnya semuanya berjalan lancar-lancar saja hingga kemudian terjadi pembunuhan lagi! Joe dan Kate setuju untuk membunuh Bob, paman Kate yang berusaha akan menggulingkan Kate. Hingga akhirnya mereka harus berusaha membuat cerita sanggahan untuk pembunuhan ini.

Joe kembali membuka toko buku dulunya, Mooney. Di toko buku ini dia bertemu dengan seseorang yang bernama Bronte. Dan seperti biasanya, dia jatuh cinta pada Bronte! Kupikir ini seperti berada di dalam lingkaran yang terus-terusan saja seperti itu ceritanya. Mudah sekali menyukai perempuan! Joe selingkuh dengan Bronte dan diketahui oleh Kate.

Kate dan Joe mulai bertengkar. Selain isu perselingkuhan, kondisi perusahaan juga butuh perhatian. Saudari Kate, Reagan dan Maddie adalah kembar, dan Reagan berusaha menggulingkan Kate. Di sinilah mulai muncul perbedaan antara Kate dan Joe. Kate ingin menangani masalah ini melalui jalur yang ‘soft’ sementara Joe tetap dengan pendiriannya, ingin membunuh. Joe merasa Kate tak mengerti dirinya, dan yang mengerti dirinya adalah Bronte.

Bronte ternyata bernama asli Louise. Dia bersama beberapa orang membuat kelompok yang tujuannya ingin mengungkapkan siapa Joe sebenarnya. Orang-orang itu adalah keluarga yang menjadi korban kelakuan Joe. Namun di tengah misinya Bronte bimbang, karena dia mulai menyukai Joe. Bahkan dia sempat merasa bisa mengubah sifat Joe.

Kate, Nadia, dan Marienne berhasil mengurung Joe. Namun mereka bertengkar tentang apa yang akan dilakukan pada Joe. Nadia ingin membunuhnya, sementara Kate dan Marienne menolak. Hasil akhir, Kate akan membunuh Joe menggunakan pistol. Saat Nadia dan Marienne sudah pergi, dan Kate akan membunuh Joe, Kate terkejut melihat Joe bisa keluar dari kandang. Akhirnya mereka berkelahi dan dua-duanya kalah. Kate tertembak dan Maddie datang ke toko buku itu. Maddie datang untuk membakar toko buku itu. Toko buku itu terbakar, namun ada Bronte yang berhasil menyelamatkan Joe. Nah, di sinilah yang aku tak suka. Kate pada akhirnya diceritakan masih hidup dengan luka bakar di sebelah tubuhnya (jika seperti ini, maka dengan bualan cerita apapun, semua orang yang sudah dikira terbunuh, bisa hidup lagi juga).

Joe dan Bronte bertengkar, Bronte adalah teman Beck! Dia ingin tahu bagaimana cara Beck terbunuh dan ingin tahu bagian mana dari buku Beck yang Joe sunting. Di sebuah danau, Bronte ditenggelamkan oleh Joe dan Joe membunuh seorang polisi (membunuh lagi!). Joe berusaha lari dari kepungan polisi yang sepertinya datang karena panggilan telepon dari Bronte. Dan Bronte tiba-tiba belum mati tenggelam, dia masih hidup dan akhirnya menembak Joe. Joe dibawa oleh polisi dan akhirnya di tahan. Di akhir certita semua kelakuan dan pembunuhan yang Joe lakukan terbongkar. Namun ketika berada di dalam sel tahanan, dia tetap menerima surat yang menyatakan setuju dengan perbuatannya.

Aku akan berkata jujur jika season lima ini bagiku cacat. Cerita seperti Kate dan Bronte yang ternyata belum terbunuh dan tiba-tiba masih hidup, kemudian keteledoran Joe (Joe di season sebelum-sebelumnya cerdas) menjadi beberapa alasannya. Seperti kubilang, jika serial ini berakhir di season empat, mungkin akan menjadi serial favoritku. Namun season lima seperti itu, maka serial ini hanya menjadi serial yang biasa saja bagiku. Meskipun keseluruhan ceritanya cukup menarik. Ada beberapa ungkapan Joe yang bagus, seperti salah satunya, “aku tidak bisa dibeli oleh uangmu!”. Ini menunjukkan apa yang dia lakukan semuanya bukan tentang uang, tapi hasrat, passion, mirip dengan Joker di film The Dark Knight.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film The Avengers Age of Ultron (2015)

Film Jumbo (2025)

Film Avatar (2009)