Film Avengers Endgame (2019)
Ini adalah film terakhir yang menceritakan perang besar
antara Avengers melawan Thanos. Film ini diawali dengan cerita tokoh-tokoh
Avengers menjalani kehidupan sehari-hari setelah sebagian penghuni alam semesta
menghilang. Mereka harus tetap melanjutkan kehidupan. Kemudian cerita berlanjut
dengan film menceritakan kisah lima tahun kemudian, setelah Thanos
menghilangkan separuh makhluk di alam semesta.
Stark yang kembali ke bumi dibujuk oleh Avengers yang
tersisa untuk membantu mereka menemukan Thanos dan menghidupkan kembali separuh
makhluk di alam semesta yang menghilang. Tanpa Stark, Avengers berhasil
membunuh Thanos yang sedang menikmati ‘masa tua’ di sebuah planet tanpa
pengawal satupun. Kepala Thanos dipotong oleh Thor kemudian enam batu keabagian
sudah dihancurkan sendiri oleh Thanos.
Stark akhirnya menyetujui untuk kembali bergabung bersama
Avengers yang sedang melakukan penelitian tentang waktu yang dimulai oleh tokoh
baru, Ant-Man. Mereka melakukan dengan
teori kuantum tentang waktu dan bla bla bla, yang menurutku tetap
menjadi bagian yang kurang kusuka, karena seperti sebelum-sebelumnya, tidak
realistis. Singkat cerita, mereka akhirnya bisa menemukan cara untuk kembali ke
waktu yang telah lewat. Menariknya di sini, cerita menjadi mundur ke belakang
dan mereka melihat diri mereka sendiri di masa itu. Jadi mana waktu yang
‘objektif’? Dan mana mereka yang ‘asli’ jika mereka sendiri di waktu yang
bersamaan ada dua?
Avengers berusaha mengumpulkan enam batu keabadian itu.
Mereka akhirnya berhasil walaupun harus kehilangan Natasha. Namun, Nebula
diserang oleh Nebula dari masa lalu. Kemudian Nebula dari masa lalu ini menjadi
penghianat dan bekerja untuk Thanos. Thanos sudah mengetahui masa depannya,
maka ia menggunakan Nebula agar bisa pergi ke masa depan. Melalui pintu gerbang
waktu yang terbuka, pasukan Thanos datang ke bumi begitu Hulk menjentikkan
jarinya untuk menghidupkan kembali setengah populasi di alam semesta yang
menghilang.
Thanos kembali berperang melawan Avengers, kali ini pasukan
dari Wakanda yang kembali hidup juga muncul. Ini seperti perang besar di
film-film sebelumnya. Kok gini lagi-gini lagi ya? Thanos yang asli sudah mati,
dan Thanos yang sekarang adalah Thanos dari masa lalu. Bagimanapun sulit untuk
menceritakan jika waktu bisa dialami secara parsial, masa kini dan masa lalu
atau masa depan secara bersamaan, sedangkan manusia yang hidupnya hanya satu
dan hanya bisa hidup di masa kini. Bagaimana mungkin kita bertemu ‘kita’ lagi
dari masa lalu atau masa depan? Sedangkan kita bergerak dan hidup di waktu yang
‘objektif’.
Secara membingungkan, Stark berhasil merebut keenam batu itu
dari Thanos yang berhasil mengambilnya dari Avengers. Stark kemudian
menjentikkan jarinya, dengan seketika Thanos dan pasukannya musnah menjadi
debu. Stark kemudian diceritakan meninggal akibat menjentikkan jarinya. Keenam
batu itu kemudian ‘dikembalikan’ oleh Steve melalui mesin waktu yang dibuat
oleh Hulk. Saat kembali, Steve sudah menjadi tua dan memakai cincin di jari
manisnya. Saat film akan berakhir, Steve sedang berdansa dengan kekasihnya yang
ia rindukan selama 70 tahun. Dan tentu saja ada kalimat ikonik di film ini, “I
love you three thousands.”
Visual menurutku bagus sekali untuk film di tahun 2019.
Namun cerita seperti kubilang di film-film Avengers sebelumnya, ada hal-hal
yang terlalu di luar realias kehidupan sehari-hari, apalagi di film ini muncul
kembali dengan lebih gamblang melalui ‘mesin waktu’. Dan seperti cerita super
hero pada umumnya, dalam pertempuran mereka selalu menang dan tidak akan kalah.
Dan tentu saja tokoh Thanos bisa menjadi ikon diktator. Setelah tahu jika
setelah setengah populasi musnah tidak menghentikan masalah, dia malah ingin
menghilangkan semua populasi di alam semesta. Terus saja begitu, tidak
puas-puas hingga akhirnya dia yang harus menghilang akibat keinginannya
sendiri.

Komentar
Posting Komentar