Film Inferno (2016)
Film diawali dengan Langdon yang memiliki banyak pertanyaan
karena dia tiba-tiba terbangun di sebuah rumah sakit. Dia ditemani oleh seorang
dokter bernama dr. Brooks atau Sienna. Sienna menjelaskan kenapa Langdon ada di
rumah sakit itu. Langdon masih merasakan sakit dan pusing di bagian kepala.
Sebelum terbangun dia bermimpi banyak hal dan buruk, dunia mimpinya serasa
seperti berada di dalam Inferno karya Dante.
Seorang agen dari firma bertujuan membunuh Langdon,
Vayentha. Dia mengejar Sienna dan Langdon. Mereka lari dan berhasil bersembunyi
di tempat Sienna. Mereka menemukan pointer berisi gambar Inferno dari
Botticelli. Ini mengingatkan pada wabah hitam yang pernah terjadi di Eropa.
Italia menjadi latar belakang dari film ini. Florence dan
Venesia menjadi dua tempat utama. Seperti film-film sebelumnya, teka-teki
dimulai dan Langdon harus memecahkan teka-teki itu. Seperti sebuah permainan
yang harus diulik bagaimana awal dan akhirnya.
Langdon dan Sienna pergi ke Florence. Di sana mereka
berusaha memecahkan teka-teki dari Inferno Dante. Di sini Vayentha meninggal
karena ditembak oleh Sienna ketika dia berusaha mengejar Langdon dan Sienna. Dari
atap dia terjatuh ke bawah, sehingga orang-orang yang mengejar Langdon, selain
Vayentha mengetahui keberadaan Langdon. Langdon dikejar oleh tim dari WHO,
kepolisian, dan firma.
Langdon ingin melihat topeng Dante namun dia terkejut ketika
topeng itu tidak ada di tempat. Yang membuatnya lebih terkejut lagi, ternyata
dia dan Ignazio yang mengambil topeng itu. Akhirna dia melarikan diri lagi.
Mereka tahu jika mereka sedang mengejar virus yang dibuat
oleh Zobrist. Dan banyak orang juga mengejar virus itu. Di Florence, Sienna
berpisah dengan Langdon ketika dia sudah mengetahui posisi dari virus yang berada
di Turki. Virus itu dibuat agar setengah dari populasi di dunia bisa tiada.
Akhir cerita menceritakan jika sejak dari awal, Langdon memang
sudah masuk ke dalam skenario dari firma yang sudah disewa oleh Zobrist. Dia disuntik
agar tidak sadar ketika berjalan berdua bersama temannya, Elizabeth yang
merupakan petinggi dari WHO.
Aku selalu senang dengan novel dan juga film yang berasal
dari novel Dan Brown. Salah satu alasannya adalah karena banyak teka-teki dan
juga menceritakan sejarah yang lebih dalam dan dilihat dari sudut pandang yang
tidak biasa. Ada celah-celah dari sejarah umum yang bisa diisi oleh teori konspirasi.
Seperti teori over populasi di sini yang menghasilkan teori depopulasi lewat
virus, sebetulnya ada juga di film Avengers. Teori depopulasi sebetulnya sudah
ada sejak lama dan akan selalu ada saja orang yang tertarik dengan teori itu.
Dunia ini jika dilihat dari satu sudut pandang, memang sudah
sangat rusak. Kerusakan lingkungan bahkan bisa dilihat dimana-mana. Ketidaklayakan
tempat untuk hidup bisa ditemukan dimana-mana. Manusia-manusia beragam model
juga bisa ditemukan dimana saja. Semua yang terlalu banyak dan berlebihan akan
hancur dengan sendirinya, bukankah begitu? Hanya saja, melenyapkan setengah
populasi adalah hal yang bisa dibenarkan agar dunia ‘pulih’ seperti sedia kala?
Virus Covid-19 akhirnya muncul di tahun 2019 atau 2020
mendunianya. Indonesia bahkan juga terpapar oleh virus ini. Sekarang muncul
teori-teori, sebetulnya dari dulu, jika virus itu adalah konspirasi dari elit
global. Pertanyaannya adalah bagaimana cara memperbaiki dunia yang sudah
sekarat ini? Dengan cara yang benar dan juga bisa diterima.
.png)
Komentar
Posting Komentar