Film Spider Man 2 (2004)

Spider Man 2, film selanjutnya yang baru-baru ini kutonton, tentunya dalam rangka menonton ulang rangkaian film Spider Man ini. Tobey Maguire masih menjadi Peter Parker (seperti merek ballpoint) dan Kirsten Dunst masih menjadi Mary Jane Watson. Film ini dirilis tahun 2004, dua tahun setelah rilis film yang pertamanya.

Di awal film ini sudah terlihat beberapa hal. Pertama, masalah manajemen waktu. Peter selalu telat, bahkan itu diceritakan sejak di film pertama. Namun, meski dia telah, dia adalah siswa yang jenius di bidang sains. Setelah dia kuliah dan bekerja, dia masih saja telat, apalagi setelah ‘bekerja’ menjadi Spider Man. Dia dipecat dari pekerjaannya sebagai Pizza Driver gegara telat mengantarkan pizza.

Kedua, masalah finansial. Di film ini Peter tinggal sendirian dengan menyewa sebuah kamar. Sedangkan Bibi May tinggal sendirian. Peter memiliki masalah keuangan, begitu juga dengan bibinya. Peter menunggak bayar tempat sewa dan begitu juga di tempatnya bekerja sebagai fotografer sebuah koran, dia memiliki hutang pada temannya. Bibinya pun sama, ada tagihan-tagihan yang sudah lewat jatuh temponya. Ini berbeda sekali dengan sosok Bruce Wayne di Batman.

Ketiga, mulai ada kejar-kejaran di jalanan dengan efek yang bagus. Dan kejar-kejaran di jalanan ini banyak sekali ditemukan di berbagai film, termasuk nanti di film Batman, The Dark Knight. Harry, teman dekat Peter, memiliki kekuatan finansial yang melimpah. Namun sejak era ayahnya di film pertama, Peter selalu menolak tawaran bantuan yang diberikan oleh keluarga Harry. Dia ingin usaha sendiri.

Ada beberapa hal yang menurutku sama dengan film sebelumnya. Pertama, lawan Spider Man sama-sama dari orang sains dan melek teknologi. Keduanya menjadi ‘jahat’ berawal dari percobaan yang gagal. Dan, keduanya sama-sama melakukan percobaan secara publik, dilihat banyak orang. Keduanya sama-sama gagal dan lansung sama-sama menjadi lawan Spider Man.

Kedua, gedung yang terbakar. Di film sebelumnya juga ada adegan Spider Man masuk ke dalam gedung yang sedang terbakar. Di film inipun sama. Hanya, di film ini Peter yang masuk ke dalam gedungnya.

Peter sempat ‘berhenti’ menjadi Spider Man, tepat ketika MJ akan menikah, kemudian Harry memukulnya. Ditambah lagi ketika bibinya meninggalkannya ketika dia mengatakan hal yang jujur.

Dr Otto, mengatakan kalimat kurang lebih, “Kejatahan adalah tidak menyelesaikan apa yang sudah dimulai.” Di akhir film, berbeda dengan film sebelumnya, Octavius atau Otto ini menyadari kesalahannya dan melakukan penyelamatan dengan bunuh diri. Sementara itu Harry di film ini mengetahui jika Spider Man adalah Peter.

Hal yang sama dengan film sebelumnya juga adalah ketika MJ menjadi tawanan. Di film kedua inipun sama, MJ menjadi tawanan dan diselamatkan oleh Spider Man. Di akhir film, MJ tahu jika Spider Man adalah Peter. Bahkan dia tidak jadi menikah, dan lebih memilih Peter yang merupakan Spider Man.

Peter sempat ‘berhenti’ menjadi Spider Man. Kekuatannya menghilang begitu saja. Ketika dia mencoba datang ke dokter, dokter mengatakan tidak ada masalah pada fisiknya. Hanya saja dokter mengatakan kemungkinan masalah psikologis. Dokter mengatakan, “Mungkin kita bukan Spider Man, karena setiap naik gedung kita jatuh. Kita harus mengenal diri, jiwa kita sendiri. Apa yang dia mau.”

Bahkan ketika masa’berhenti’ menjadi Spider Man ini, kehidupan Peter bisa dibilang membaik. Kuliah rajin dan tepat waktu. Bahkan hubungan dengan MJ-pun membaik. Hanya saja ada seperti rasa kekosongan di dalam dirinya ketika melihat kejahatan dan dia tidak melakukan apa-apa.

Bibi May adalah orang yang membuat Spider Man kembali. Bibi May mengatakan, “Di setiap diri kita ada Spider Man. Kita harus menjadi Spider Man, bahkan dengan mengorbankan keinginan dan impian kita sendiri.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film The Avengers Age of Ultron (2015)

Film Jumbo (2025)

Film Avatar (2009)